Andy mencari Tia. Dalam beberapa detik, dia terlihat keberadaan wanita itu di luar pintu, melemparkan pandangan pada jalan raya yang sesak. Bunyi kereta berasak-asak yang menuju terowong malam terus saling kejar-mengejar untuk melangsungkan tanggungjawab pada tuannya. Semoga semuanya selamat sampai dalam rangkulan keluarga. Andy merapati Tia. Tidak seperti selalu, malam itu dia berdiri di samping wanita itu. Setelah mendekat, dia merenung wajah wanita itu yang masih leka mendoakan pemilik-pemilik kenderaan dari tingkat 6 itu. Tia menyedari kelakuan Andy lalu dia memutuskan pandangannya dan berkalih pada suaminya. "Sejak kita bernikah, aku tidak pernah mendengar suaramu lagi, sayangku." Tia terketawa kecil. Sudah pasti lelaki di sebelahnya tidak bermaksud secara literal. Menjadi isteri, Tia telah membuang dirinya sebenar. Dia terus kembali merenung jalan raya malam itu. Tidak perlu lama, dia langsung berkata, "Suaraku sudah aku serahkan menjadi milikmu...